Showing posts with label ratih. Show all posts
Showing posts with label ratih. Show all posts

Wednesday, November 12, 2008

Kupu-kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Dia duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika dia berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya. Sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang, perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Saya memohon kekuatan, dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon kebijakan, dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja.

Saya memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi.

Saya memohon cinta, dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon kemurahan/kebaikan hati, dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan, saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

Mengeluh

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak bisa berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tetang rasa dari makanan kita, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahwa Anda mungkin buruk, pikirkan tentang seseorang yang ada pada tingkat yang terburuk dalam hidupnya.

Sebelum kita mengeluh tentang pasangan kita, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepaada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini…

Sebelum kita mengeluh tentang hidup kita, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat. Banyakkan belakangan ini teman-teman kita yang masih begitu muda… Lah kok meninggalnya cepat sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah kita yang kotor karena pekerja rumah tangga tiodak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

Sebelum kita mengeluh tentang jauhnya kita telah menyetir mobil, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan…

Disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan kita, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat, yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa.

Beberapa kali saya pernah ditanya oleh seseorang, mungkin Anda pernah tahu bahwa dalam kehidupan saya yang dulu. Saya pernah mengalami sebuah penyakit yang hampir-hampir saja membuat saya tidak ketemu Anda hari ini.

Kemudian banyak orang bertanya, kenapa bisa bertahan? Karena saya tertawa. Saya banyak tertawa. Mungkin saat itu banyak orang yang tidak tahu bahwa saya sakit.

Oh… tertawa itu menyembuhkan

Iya… tertawa itu menyembuhkan. Dan saya selalu mengatakan, ”Saya melihat banyak orang yang sakit jauh lebih parah dari saya dan mereka bertahan. Dan saya mengambil pelajaran yang luar biasa dari kehidupan itu”.

Jadi kalau Anda hanya pilek atau kesleo, atau sakit lutut biasa saja, tapi Anda mengeluh saja dengan hidup Anda. Mungkin, Insyaallah… Anda akan meninggal lebih dulu dari pada orang yang sakit jauh lebih berat dari Anda.

Berhentilah mengeluh. Hidup itu luar biasa. Hidup itu indah.

Dan nikmatilah anugerah hidup yang hari ini Anda dapatkan di depan mata Anda.

Ind siesta

Yang Engkau Alami Selama Ini

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu. Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya. Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya. Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura-pura tidak melihatmu. Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu. Saat dia yang kau sayangi tiba-tiba memutuskan hubungannya denganmu.

Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan. Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu. Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu.

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu. Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu.

Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan. Sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia.

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu. Sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk dan selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim, atau mungkin saja dia tidak melihatmu.

Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu, sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu.

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 memutuskan hubungannya denganmu sebenarnya. Dia sedang mengajarimu untuk menerima rencanaNya.

Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu, sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun.

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu. Sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya.

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan, sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif dan santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan.

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan. Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina.

Yang paling berharga adalah.Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati dan jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu.

Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu hidupmu.

Ind siesta