Wednesday, November 12, 2008

Mengeluh

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak bisa berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tetang rasa dari makanan kita, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahwa Anda mungkin buruk, pikirkan tentang seseorang yang ada pada tingkat yang terburuk dalam hidupnya.

Sebelum kita mengeluh tentang pasangan kita, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepaada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini…

Sebelum kita mengeluh tentang hidup kita, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat. Banyakkan belakangan ini teman-teman kita yang masih begitu muda… Lah kok meninggalnya cepat sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah kita yang kotor karena pekerja rumah tangga tiodak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

Sebelum kita mengeluh tentang jauhnya kita telah menyetir mobil, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan…

Disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan kita, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat, yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa.

Beberapa kali saya pernah ditanya oleh seseorang, mungkin Anda pernah tahu bahwa dalam kehidupan saya yang dulu. Saya pernah mengalami sebuah penyakit yang hampir-hampir saja membuat saya tidak ketemu Anda hari ini.

Kemudian banyak orang bertanya, kenapa bisa bertahan? Karena saya tertawa. Saya banyak tertawa. Mungkin saat itu banyak orang yang tidak tahu bahwa saya sakit.

Oh… tertawa itu menyembuhkan

Iya… tertawa itu menyembuhkan. Dan saya selalu mengatakan, ”Saya melihat banyak orang yang sakit jauh lebih parah dari saya dan mereka bertahan. Dan saya mengambil pelajaran yang luar biasa dari kehidupan itu”.

Jadi kalau Anda hanya pilek atau kesleo, atau sakit lutut biasa saja, tapi Anda mengeluh saja dengan hidup Anda. Mungkin, Insyaallah… Anda akan meninggal lebih dulu dari pada orang yang sakit jauh lebih berat dari Anda.

Berhentilah mengeluh. Hidup itu luar biasa. Hidup itu indah.

Dan nikmatilah anugerah hidup yang hari ini Anda dapatkan di depan mata Anda.

Ind siesta

No comments: