Thursday, October 16, 2008

Wahai Pemuda... BAngkitlah !!!

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kaifa haluk ya akhi, ya ukhti? (Apa kabarnya, sobat sekalian?)… Alhamdulillah kita kembali dpt bersua dlm ikatan hati yg penuh kekeluargaan dan persahabatan… Kembali and insya Allah kami akan terus kembali untuk meng-upload kajian tiap malam Jum’at, agar mudah2an manfaatnya akan lebih luas dirasakan oleh yang hadir ataupun yg blm bisa hadir, Insya Allah,… selamat menyimak….

Saudaraku yg dimuliakan Allah, liqo’ tadi malam (15 Mei 2008) dilaksanakan di Wisma Asri Pabuaran Lantai 2 dlm suasana yg ceria, diliputi ukhuwah dan penuh cinta…

Hadir dlm liqo’ ini akhi-akhi kita :

- Ari Susanto

- Slamet Turseno

- Iman Sadesmesli

- Erfan Dany

- Iwan Erik

- Bisma

- Tommy Nautico

- Irpan Septiawan

- Aldi (PKL)

- Billy (PKL)

Semoga Allah istiqomahkan kita dlm upaya memperbaiki diri… Yang lain-lain, kite-kite tetep tunggu utk bs ikut gabung loh…!

Ocre, pada liqo’ pekan ini acara dimulai lebih awal yakni jam 17.00. Hal ini berhubungan dg murobbi utama yang gak bisa hadir, Dr. Ing. Khafid ada acara ke Bogor sehingga untuk sementara diganti oleh Dr. Gatot Haryo Pramono.

Pada liqo’ kali ini, yang bertugas sebagai moderator adalah akhi Tommy Nautico…

Moderator memulai majelis dengan mengucap hamdalah kepada Allah SWT, shalawat kepada Rasul_Nya dan mengajak kita semua untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita…

“…Dua nikmat yang sering dilupakan manusia adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Tubuh yg sehat, mata yg sehat, tangan yg sehat, dan seluruh organ tubuh yg sehat adalah nikmat yg luar biasa, meski kita terkadang melupakannya. Pernahkah kita membayangkan diri kita dicoba, misalnya, dg telinga yg sakit (tuli), mata yg sakit (buta), dll… tentunya sangat menderita dan sengsara. Na’udzubillah… tetapi itulah manusia, terkadang ia baru bisa merasakan nikmat-nikmat itu tatkala kenikmatan itu telah pergi atau tatkala sakit datang mendera… Mudah2an kehadiran kita dlm liqo’ ini mrp bagian dari rasa syukur kita atas nikmat sehat dan waktu luang yg Allah anugerahkan kepada kita… Amin.”

Demikian kurang lebih kalimat pembuka yang disampaikan oleh akhi Tommy selaku moderator…mengingatkan kita utk sll berusaha bersyukur pd Illahi…

Acara pertama adalah tilawah Al Qur’an yg masing2 peserta membaca setengah halaman dari Al Qur’an …

Yg lainnya menyimak dg seksama dan membetulkan jika ada bacaan yg kurang pas tajwidnya… acara tilawah ditutup dg sedikit pemahaman ttg tajwid.

Acara selanjutnya yakni mengkaji kitab kuning… malam ini pembacaan kitab hadits diamanahkan kepada akhi Ari Sutanto… diambilkan dari kitab berjudul Bulughul Maram karya Ibnu Hajar Al ‘Asqolani.

Beliau menerangkan tentang sucinya air liur binatang ternak. Dalam penjelasan hadits juga diterangkan ttg dimaafkannya air liur manusia bila tidak melebihi kadar kenajisan.

Selanjutnya moderator meneruskan acara berikutnya, yakni kultum, kuliah tujuh menit… dan utk malam ini kultum akan disampaikan oleh ikhwah kita, akhi Slamet Turseno…

Akhi Slamet Turseno mengingatkan kembali pentingnya liqo’ pekanan yg selama ini diikuti dg penuh ketekunan oleh rekan2. Dari pertemuan rutin inilah diharapkan akan lahir SEORANG MUSLIM SEJATI.

Ada tiga syarat agar kita success mendapatkan manfaat dari setiap proses pembelajaran, apapun itu, belajar bahasa, computer, ataupun belajar agama, yakni:

1. Istimroriyah (Keberlanjutan), terus-menerus dan tidak terputus-putus

2. Al Jidiyyah (Kesungguhan dan keseriusan)

3. Al Manhajiyah (Ada manhaj/pedoman, kurikulum dan program yg jelas)

Insya Allah, dg menancapkan kuat2 tiga syarat tadi dlm diri kita ketika menghadiri acara pekanan ini, akan hadir dlm diri kita Sepuluh Muwashofat (Karakter) Muslim Ideal yakni :

  1. Salimul ‘Aqidah (Akidah yg lurus, tidak sesat apalagi menyimpang)
  2. Sahihul’Ibadah (Ibadah yg benar, sesuai syara’)
  3. Matinul Khuluq (Akhlak yg karimah/luhur)
  4. Mutsaqaful Fikr (Berwawasan luas, tidak berpikir sempit apalagi picik)
  5. Qawiyul Jism (Fisik kuat dan sehat)
  6. Mujahadun li Nafs (Bersungguh2 memerangi hawa nafsunya, selalu berupaya memperbaiki diri)
  7. Haritsun ‘alal Waqtihi (Mampu memanajemen waktunya)
  8. Munadzamun fi Syu’unihi (Hidupnya tertata dan terorganisir)
  9. Qadirul ‘alal Kasbi (Kemampuan mencari mata pencaharian)
  10. Nafi’un li Ghoirihi (Bermanfaat bagi orang lain)

Kesepuluh karakter dasar tadi pd akhirnya akan melahirkan rijal-rijal (pemuda) muslim yang khas dan yang bangga dg jatidiri ke Islam-annya. Dari diri mereka memancar TUJUH KEPRIBADIAN MENAWAN :

  1. Kokoh dan Mandiri

Kokoh aqidahnya, kokoh akhlaknya, kokoh pendiriannya dan kokoh tekadnya.

Mandiri baik secara financial, independent tidak bergantung pd yg lain, dll

  1. Dinamis dan Kreatif

- ‘Jangan Mau Jadi Orang Gajian Seumur Hidup’

- Pensiun Dini dan Sukses Berwirausaha

- atau

- ‘Jangan Mau Selamanya Jadi Pesuruh Staff -> Punya Impian Jadi Kepala Bakos..!”

Kreatif -> Berwirausaha, Sekolah lagi, Kursus, dll

  1. Spesialis dan Berwawasan Global

è Punya spesialisasi tertentu dan cakrawala ilmu dan pengetahuan yg luas

è Punya kafa’ah ilmu umum dan syar’iyah yg mencukupi

  1. Murobbi Muntijah

-> Pembimbing bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara serta dunia

  1. Siap Beramal Jama’i

‘Saling bahu membahu, bekerja sama dalam hal-hal yg kita bersepakat di dalamnya, dan saling tasamuh/ toleransi, menghormati dalam hal –hal yg kita berbeda di dalamnya.’ Imam Syahid Hasan Al Banna

  1. Pelopor Perubahan

->Tarbiyah/pembinaan bukan segala-galanya, tetapi yg segala-galanya itu bisa bermula dari tarbiyah.

  1. Ketokohan Sosial

-> Insya Allah dg muwashofat yg kita miliki akan menghantarkan diri-diri kita menjadi tokoh-tokoh baik di dunia ataupun akhirat kelak. Amin

Syukron jazakalloh kepada akhi Slamet Tuseno atas taujihnya… semoga kita bisa mengambil hikmah dr apa yg beliau sampaikan…

Acara selanjutnya yakni materi inti yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Gatot Haryo Pramono. Beliau menyampaikan materi ttg RISALAH KEPADA PEMUDA,… Peran pemuda dalam kebangkitan suatu bangsa…

Selengkapnya, ikuti aja yach

“… Dalam sejarah kebangkitan bangsa-bangsa, pemuda selalu memiliki peran yang besar dan strategis, karena untuk menuju kebangkitan bangsa dibutuhkan energi yang kuat berupa keyakinan yang kuat, ketulusan, semangat yang jujur, kesungguhan dalam kerja dan pengorbanan. Dalam hal ini pemudalah yang berpotensi untuk itu, karena pemuda adalah simbol hati yang masih jernih sehingga memiliki keyakinan dan iman yang kuat, kejujuran yang memungkinkan untuk memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam beramal, serta semangat yang menggebu yang memungkinkan untuk beramal dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan pengorbanan. Namun demikian potensi tersebut sifatnya netral, jika pemuda tidak mendapatkan pembinaan yang baik maka potensi tersebut akan menjadi energi negatif yang merusak diri dan orang lain. Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa dalam rangka menyongsong kebangkitan umat, segala program yang mencerminkan perhatian kepada pemuda adalah keniscayaan yang tidak bisa kita abaikan.

Dalam keadaan apapun pemuda selalu menjadi tumpuan harapan umat demi masa depan yang lebih baik. Namun demikian keadaan menjadi sangat berbeda antara pemuda yang tumbuh pada saat umat sedang jaya, aman damai dan sentosa dengan pemuda yang tumbuh pada saat umat sedang mengalami kebangkrutan dan baru mulai menyadari akan perlunya bangkit kembali merebut kemerdekaannya yang hilang, kekayaannya yang diserobot, hak yang terampas dan bahkan jati dirinya yang tertimbun oleh nilai-nilai kejahiliyahan. Pemuda jenis pertama tentunya akan cukup memfokuskan pada agenda dirinya daripada agenda umat dan orang lain. Karena dengan begitu dia sudah cukup baik perannya untuk meraih masa depan yang lebih baik. Berbeda dengan pemuda yang tumbuh pada saat umat sedang bangkrut dan baru mulai menyadari akan perlunya bangkit kembali. Dalam keadaan seperti ini pemuda dituntut untuk lebih memperhatikan nasib orang lain dan agenda umat dari pada nasib dan agenda diri sendiri. Para pemuda dituntut untuk berfikir panjang, menentukan sikap dan strategi, serta kerja keras yang berkesinambungan.

Saat ini keadaan umat bagaikan orang yang sakit parah dan membutuhkan pengobatan serta perawatan yang benar untuk menuju kesembuhannya. Atas takdir Allah dan Alhamdulillah kita tumbuh pada saat umat sedang berjuang keras menuju kebangkitannya. Ternyata kitalah - para pemuda - yang harus menjadi dokter dan perawatnya. Alangkah beratnya tugas ini, alangkah mulianya tugas ini dan alangkah besarnya pahalanya di sisi Allah !. Para pemuda mestinya bangga bahwa dirinya telah bergabung dengan dafwah ini, karena berarti Allah telah memuliakannya di antara sekalian makhluknya untuk menjadi pemimpin dunia.

Dalam keadaan seperti ini yang dibutuhkan adalah diagnosa yang tepat terhadap pasien sampai kita bisa mengidentifikasi penyakit dengan benar. Bila ternyata penyakit itu cukup kompleks maka kita harus tahu skala prioritas dan inti penyakitnya, kemudian menentukan obat dan dosisnya, proses pengobatan yang benar dan perawatan yang teliti demi mengembalikan kesehatannya dengan baik. Dari sekian kondisi umat yang sedang bangkit yang paling memprihatinkan adalah bahwa umat Islam bangkit dalam keadaan tubuh yang tercabik-cabik oleh banyaknya aliran dafwah yang saling berbeda, hiruk pikuknya seruan yang saling bertabrakan, bermunculannya manhaj yang banyak dan membingungkan, bertabrakannya pendekatan dafwah sesama kelompok Islam ditambah dengan individu-individu yang ambisius dengan agenda pribadi dan karirnya yang menumpang sukses di tengah-tengah kegiatan dafwah. Semua itu tidak lain hanya akan mencabik-cabik potensi umat sehingga menjadi tak berdaya. Semua ini mutlak membutuhkan studi analisa yang serius untuk kemudian dicarikan formula yang pas untuk menyelamatkan umat ini.

Sebelum segala macam pendekatan diusulkan untuk menyelamatkan umat ini, ada satu hal yang tidak bisa ditawar lagi, bahwa yang pernah membuat umat ini berjaya adalah karena mereka memiliki Islam yang utuh, bersih dan sempurna. Dan bahwa kemudian tangan-tangan jahat musuh-musuh Islam merusaknya dengan menambah, mengurangi dan menyimpangkan pemahamannya, sehingga lahirlah Islam yang cacat dan tidak utuh lagi. Inilah yang telah mencabik-cabik umat Islam. Untuk itu, satu hal yang tidak bisa ditawar lagi bahwa solusi pertama dan paling utama adalah mengembalikan umat ini kepada pemahaman yang orisinal, benar, utuh, menyeluruh, jelas, dengan kemasan yang modern agar umat ini kembali berjaya di abad ini. Islam yang bersumber kepada Qurfan dan Sunnah serta sirah Nabi yang penuh sejarah aplikasinya, serta sesuai dengan pemahaman salafus shalih, dan sesuai dengan format ijtihad yang benar dalam menterjemahkan Islam ke dalam konteks terkini.

Dalam rangka menyelamatkan umat ini tentunya kita tidak berhenti pada kerja tajdid dan penyebaran fikrah saja, namun harus dibarengi dengan upaya menjadikan fikrah ini menjadi nyata terpraktekkan dalam kehidupan umat sehari-hari. Untuk itu kita harus melakukan perubahan setahap demi setahap mengantarkan umat ini dengan tarbiyatul ummah sampai tingkat kesempurnaanya. Dan untuk itu kita percaya ada tahapan yang tidak bisa kita langgar yaitu :
Kita harus memulai dengan merubah diri sendiri menjadi pribadi da
iyah yang baik.

Order pertama: Adalah adanya pribadi yang shaleh secara utuh.

Kedua: Keluarga muslim dalam seluruh aspeknya.

Ketiga: Bangsa yang muslim dengan segala ciri khasnya.

Keempat: Pemerintahan mulim dengan segala keunikannya.

Kelima: Bergabungnya seluruh tanah air Islam yang sudah dicabik-cabik penjajah ke dalam satu kesatuan pemerintahan Islam.

Keenam: Berkibarnya bendera Islam di tatanan dunia internasional.

Ketujuh: Penegasan sekali lagi bahwa Islam menawarkan dawahnya ke seluruh manusia sebagai pengendali peradaban dunia [ustadziatul alam].

Sementara itu kita menyadari bahwa untuk menuju sukses tersebut kita tidak ada pilihan lain selain jalan panjang dan melelahkan ini. Dan kita juga menyadari bahwa di setiap tahapan ada programnya, sarananya, tantangan dan hambatan yang berbeda serta kebutuhan setiap marhalahnya yang senantiasa berbeda pula.

Jawaban dari kesemuanya tadi adalah kerja keras yang tak mengenal putus asa, kerja yang didasari dengan pemahaman dan keikhlasan serta dengan komitmen dan resistensi yang tinggi, ukhuwah dan amal jamafi yang didasari saling mempercayai sesama da'i dan kesetiaan pada jamafah.
Selamat bekerja wahai pemuda

Begitulah rangkaian acara demi acara dilalui dengan penuh cinta…. Ayat-ayat Cinta kembali mengalun dalam hati-hati kami… tak tergoyahkan oleh laskar pelangi…

Sebelum acara ditutup maka ditentukan dulu petugas dan tempat liqo’ pekan depan.

Insya Allah utk tempat.. pekan depan di Wisma Asri Nan Damai di Pabuaran

Petugas…Moderator : Akhi Ari Sutanto

Pembaca Kitab Hadits : Akhi Erfan Dhani

Kultum : Akhi Tommy Nautico

Demikian liputan tematik kajian pekanan cowok bakos class ’07. Dari pojok Biro Renum, reporter bang_mamet melaporkan.

Wassalamu’alaikum wr. wb.





No comments: